Bagaimana AI Bisa Memengaruhi Dunia Komunikasi

AI adalah jenis teknologi yang semakin sering digunakan secara signifikan akhir-akhir ini. Salah satu pengaruh dari implementasi teknologi AI tersebut yaitu cara kita berkomunikasi. Lalu bagaimana teknologi ini bisa mengubah dunia komunikasi? Yuk cari tahu melalui pembahasan kali ini.

Apa Saja Implementasi Teknologi AI Pada Bidang Komunikasi?

Implementasi AI untuk lingkup komunikasi bisa dalam berbagai jenis. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Otomatisasi interaksi

Interaksi bisa dilakukan secara otomatis jika memanfaatkan teknologi AI canggih misalnya sistem Robocall. Sistem ini dipersonalisasi sedemikian mungkin memakai AI sehingga bisa memudahkan penyampaian informasi. Pelanggan bisa tahu informasi berdasarkan algoritme AI dengan cepat.

Contohnya misal informasi tagihan jatuh tempo yang disampaikan kepada nasabah melalui robocall. Selain itu, otomatisasi interaksi bisa kita lihat pada personalisasi voicemail pada penyampaian hasil diagnosis atau tes kesehatan tertentu.

2. Virtual assistant

Apakah Anda pernah mendengar atau bahkan menggunakan Google Assistant? Itulah salah satu contoh teknologi virtual assistant. Selain dari Google, teknologi ini juga diterapkan pada Alexa, Siri, dan masih banyak lagi.

Fungsinya adalah melakukan tugas-tugas tertentu berdasarkan perintah suara. Misalnya mencari berita, mengirim pesan, melakukan panggilan suara, dan pengaturan perangkat. Untuk Google Assistant itu sendiri, bermanfaat untuk pengaturan alarm, panggilan, pesan, dan sebagainya.

Sementara Siri bisa Anda gunakan untuk pencarian informasi, petunjuk arah, dan pemutaran audio.

Lihat juga : Peralatan Kantor Terbaru Untuk Meningkatkan Produktivitas

3. Chatbot atau bot obrolan

Teknologi yang satu ini bisa kita temukan pada aplikasi chat, website, dan banyak lagi. Salah satu fungsi utamanya yaitu menjawab respons atau pertanyaan klien. Sistem ini bisa membantu menyediakan rekomendasi, penyelesaian masalah, dan manfaat lainnya.

Agar lebih jelas kita bisa melihat penggunaan chatbot pada aplikasi telekomunikasi. Pelanggan bisa mengajukan pertanyaan tertentu mengenai layanan mereka termasuk permasalahan.

4. Translator yang mengandalkan teknologi AI

Untuk menunjang performa dan efisiensi penerjemahan bahasa, AI bisa juga diandalkan. Hasil terjemahan bisa didapatkan dengan cepat dan real-time. Melalui pengenalan pintar, kita bisa lebih mudah berkomunikasi dengan orang negara mana pun.

5. Penyesuaian konten

Sistem algoritme pada media sosial bisa menyediakan rekomendasi konten kepada penggunanya. Bukan hanya media sosial, marketplace, aplikasi streaming, dan sebagainya juga mengandalkan AI untuk personalisasi ini.

Salah satu contohnya misal Spotify yang menyediakan rekomendasi melalui algoritme canggih sehingga kita bisa mendapatkan opsi musik yang relevan. Contoh lainnya yaitu Netflix yang memakai sistem mirip untuk menyediakan rekomendasi tontonan sesuai preferensi user.

6. Analisa sentimen

Analisa sentimen ini punya peran cukup penting dalam lingkup bisnis. Inilah implementasi AI yang bisa mengidentifikasi sentimen atau sisi emosi dari tulisan pengguna. Adanya analisa sentimen ini bisa memaksimalkan pencernaan feedback konsumen.

AI mampu membuat perusahaan mendapatkan wawasan mendalam seputar apa yang pelanggan rasakan. Selanjutnya perusahaan bisa merespon melalui layanan atau produk berdasarkan hasil analisa sentimen tersebut. Tanggapan dari pelanggan bisa dievaluasi terkait produk sehingga bisa dibenahi saat kurang memuaskan.

Selain dari sisi kualitas produk, analisa ini juga bisa membantu penyediaan pelayanan yang lebih bisa memuaskan konsumen. Jadi, kebutuhan komunikasi langsung untuk mencari tahu sentimen pelanggan bisa dikurangi.

Lihat juga : Dampak Digitalisasi Terhadap Industri Hiburan Masa Kini

7. Komunikasi dalam pendidikan

Kecanggihan AI juga digunakan untuk mendukung komunikasi pendidikan. Kita bisa melihat sudah banyak platform edukatif yang punya personalisasi canggih. Platform tersebut bisa memberikan real-time feedback untuk pelajar. Para pelajar bisa tahu performa belajar atau kemajuan mereka dengan bantuan AI.

8. Penerbitan digital

Dari lingkup penerbitan digital, AI punya peran cukup penting. Tools yang menerapkan AI bisa mengoptimalkan penyuntingan dokumen. Penulis bisa juga punya performa lebih baik agar hasil kontennya lebih memuaskan pembaca.

Kalau dulunya penyuntingan butuh kemampuan dan wawasan manusia saja, sekarang berbeda dengan adanya AI. Melalui integrasi teknologi AI, maka kesalahan pada ejaan bisa diperbaiki dengan cepat. Bukan hanya ejaan saja yang dibenarkan tapi juga bisa memperbaiki tata bahasa juga.

Otomatisasi penyuntingan bisa memperbaiki semua itu secara akurat dan cepat. Penulis sudah tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengedit dokumen. Karena bisa menghemat waktu, maka penulis bisa lebih fokus ke kreativitas tulisan.

Pada sisi lain, AI bisa berperan pada penyampaian rekomendasi melalui analisis selera atau preferensi pembaca. Konten yang relevan pun bisa disajikan kepada pembaca misal yang menyesuaikan topik. Dari minat yang dominan, AI bisa merekomendasikan artikel terkait minat dominan tersebut.

Walau peran canggih AI bisa mempermudah tugas penulis, tapi tetap perlu peran asli manusia. Tidak selalu akurasi tinggi dari penyuntingan AI itu diutamakan. Dalam konten artikel, diperlukan juga sentuhan dan kreativitas pribadi.

Gaya tulisan tiap penulis bisa berbeda-beda dan gaya bahasa yang natural mungkin justru lebih cocok dengan kenyamanan pembaca. Terkadang apa yang dihasilkan AI terlalu kaku sehingga kurang unik dan kreatif. Tapi peran AI tetap bisa diandalkan untuk konten lebih rapi, minim kesalahan, dan relevan.

9. AI dalam media sosial

Adanya AI bisa menunjang lingkungan media sosial yang lebih sehat. Misalnya saja sistem AI bisa menghapus konten-konten tertentu yang melanggar ketentuan. Konten yang dimaksud yaitu konten yang memiliki ujaran kebencian, hoax, dan pelanggaran lain.

Meski begitu, bisa saja sistem seperti ini tidak melakukan filter dengan sempurna. Media sosial terus meningkatkan kualitas AI mereka untuk penyaringan konten. Harapannya adalah konten berbahaya bisa dieleminasi sepenuhnya dari media sosial.

Itulah beberapa contoh implementasi AI dalam bidang komunikasi. Ke depannya akan semakin banyak peluang baru dalam peningkatan kualitas AI untuk komunikasi. Meski manfaatnya bisa diandalkan, tetap harus digunakan secara bijak.

Tantangan Implementasi AI Dalam Bidang Komunikasi

Pemanfaatan kian populer sekarang ini termasuk dalam ranah komunikasi, tapi tetap ada tantangan yang harus diantisipasi. Apa pun itu perkembangan teknologi tetap ada tantangannya termasuk AI. Misalnya saja dari algoritme yang bisa saja bias.

Hasil yang didapat dari algoritme tersebut bisa saja kurang adil. Adanya analis sentimen bisa cenderung fokus ke tafsir komentar negatif. Masih banyak lagi jenis bias algoritme lainnya sehingga sistemnya harus selalu diperbarui.

Pada sisi lain, implementasi AI bisa saja mengancam privasi data. Jika disalahgunakan, maka eksploitasi data tanpa izin terjadi sehingga berbahaya untuk pengguna. Tantangan lain adalah hasil dari penggunaan AI bisa menyulitkan pencernaan makna komunikasi.

AI adalah sistem robot bukan murni menginterpretasikan sudut pandang manusia. Misal hasil penulisan berdasarkan AI bisa saja kurang natural sehingga kurang nyaman dicerna manusia. Selama tidak disalahgunakan dan terus diperbarui, AI bisa memberikan manfaat berharga untuk dunia komunikasi.

Penggunaan AI harus secara bijak dan transparan. Mereka yang ingin memakai AI, harus punya informasi cukup seputar penggunaan data maupun sistem algoritmenya. Agar berbagai tantangan di atas bisa mudah diatasi, diperlukan penerapan prinsip etika dan regulasi keamanan data.

Demikian pembahasan kali ini seputar implementasi teknologi AI untuk komunikasi, semoga bisa bermanfaat untuk Anda semua.